#Sepiring Cinta Kantin Kampus# - jurnal|lembu

WWW.LEMBUTAMBUN.COM

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Post Top Ad

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

#Sepiring Cinta Kantin Kampus#

 
Tulisan #Sepiring Cinta Kantin Kampus# akan dipersembahkan khusus untuk temen para narkoba dimana gue pernah tinggal. Thanks bro, loe kasih tahu banyak hal penting buat hidup gue walau elo ngak ngerasa kasih sesuatu untuk gue. Akan gue inget dibawah ini seruan lolongan kita (ampe ngelotok di otak) setiap pagi…  

{Richard Beauvais, 1965}
I am here because there is no refuge, Finally, from myself,
Until I confront myself in the eyes and hearts of others, I am running.
Until I suffer them to share my secrets, I have no safety from them.
Afraid to be known, I can know neither myself
Nor any others; I will be alone.
Where else but on this common ground, Can I find such a mirror?
Here, together, I can at last appear clearly to myself,
Not as the giant of my dreams, Not the dwarf of my fears,
But as a person, part of a whole, With my share in its purpose.
In this ground, I can take root and grow.
Not alone anymore, as in death,
But alive, to my self and to others.

#Persembahan#
Gue mau ngucapin utang budi gue ke tiga pribadi yang secara telah ngedidik gue untuk menjadi pribadi yang berbakti pada tanah air. Pertama untuk Bunda. Dia bukan orang yang ngelahirin gue, tapi gue dipungut dia dan dibesarkan dengan penuh cinta. Hidup gue tergantung banget sama Bunda. Dia pekerja keras tapi gak pernah ngelupain anak yang dicintainya. Gue banyak belajar tentang arti sayang. Walaupun kita engkau bertambah tua dan gemuk, but I love u Bunda...
Kedua untuk Sokrates, Guru besar Filsafat gue. Dia ngajarin gue bahwa "Hidup yang tidak pernah diperiksa tidak pantas dihidupi". Spontan ketika gue baca pesan ini, seakan Sokrates sedang merasuk kedalam jiwa gue untuk mengajarkan sesuatu, melengkapi sesuatu yang kurang dari hidup di masa kecil gue. Rasanya Sokrates tuh mau ngomong ke gue kayak gini:"eh bocah ingusan, setiap peristiwa hidup yang you lewati akan membentuk siapa dirimu!" behhh, dalem banget coyy...ucapan Sokrates ini ngak pernah lekang oleh waktu...(kok jadi kayak judul lagu sieh)
Ketiga untuk para dosen di kampus. Gue cinta mereka, sumpah dech! Karena pemikiran radikal dan ide-idealis mereka membuat gue makin mengerti tentang kehidupan (duch jadi mau nangis). Tapi memang bener bahwa beberapa dosen tertentu ketika mengajar mampu membuat hati gue luluh lantak. Special thank's too for Mr. Hazmand yang selalu mengajar dengan berapi-api sambil ngomel. Tapi kadang gue juga bingung karena berapi-api dengan ngomel beda tipis. 
Selanjutnya, kata makasih juga gue beri untuk Agung, Cantiq, Alex sebagai orang pertama yang kukenal di kampus. Si Cantiq, inspirator gue, rela berkorban dan jago lompat pager. I love her! Sebagai sesepuh, dia banyak kasih pesen buat gue. Kalau di kantin kampus, apapun makanannya, minumnya pasti selalu request, "air putih botol dingin 1 yah!" Alex, si kekar dari tanah Papua, kadang nyebelin sieh. Di kelas, dia jadi ketua kelas dengan sebutan "Kepala Suku". Saking ramahnya dengan rekan lain, kalau nyapa orang-suka teriak, "KONCO!" Agung, si pecinta kopi. Walaupun suka berfikir idealis, namun gue cocok banget kalo diskusi bareng dia.
Sehabis kuliah malam, gue, Cantiq, Alex dan Agung memang demen ngumpul bareng di kantin kampus. Saat kuliah usai, kita berusaha cari meja panjang yang kosong, pesan makanan, lalu curhat deh. Kantin kampus selalu menjadi saksi bisu dari segala kisah kami: dari hal yang nyeleneh, gokil, serius, hingga yang sedih. Kalo bukan karena mereka, tulisan ini gak akan pernah lahir.
Harapan gue, dibeli dan dibaca nieh buku. Tulisan ini bukan nguntungin gue biar jadi sombong, tapi gue yakin yang ngebaca bakal makin bijak dalam hidup lewat kisah-kisah yang akan kita lewati. Gue sebenarnya gak bisa ngelucu, tapi gue sering tertawa melihat peristiwa hidup gue sendiri. Semoga Tuhan mendampingi kita untuk menertawakan setiap pengalaman hidup kita sendiri.
Salam cintaku seluas angkasa,

#cepika-cepaki sedikit#
Suatu kali Dosen Professor gue nanya terbingung-bingung, "Kenapa kamu dipanggil Lembu?" gue jawab, "ada sejarahnya Pak!". Dosen gue lagi suruh gue maju untuk ngomong didepan kelas atau dia bakal ngubah gue jadi Katak. Sapaanku si lembu. Karena perawakan gue yang gemuk, maka kata "tambun" dilekatkan pada kata pertama. Kalo cewek gue panggil aku "Leeembuuu"(suara lembut menghilang). Kalo rekan kerja gue bilang "Weittss, pagi MR LEMBU!!!". Flashback dulu yah dikit, sebelum akhirnya masuk ke inti permasalahan. Tahun 2007, gue punya temen deket namanya perihutanmainayunan. Gue suka banget gaya nya dia, bisa dikatakan gue ngeeefannsss bgt sama dia karena unik orangnya. Gayanya jadul, demen minum kopi tapi otaknya luas banget. Dia banyak dipuja dan dipuji oleh temennya didunia ngeblog. Dia memakai nama perihutanmainayunan juga. Awalnya gue pikir "aneh juga nieh nama! Gue gak ngerti apa maksudnya" lagian pake nama sendiri emang kenapa? Kurang keren? Kurang seksi?
Gue terpesona abis. Saking terpesonanya, gue juga pengen punya nama kayak gitu. Diem-diem gue ngeblog juga dengan nama Dewahutanmainayunan. Ehhh, gue diprotes Cing. Doi ngomel sama gue…"Bos nama lo yang kreatif dikit napa? Jangan nyama-nyamain dunk!!! Siapa yang nyama-nyamain coba…secara antara 'dewa' dengan 'peri' kan beda jauh...bla,bla,bla segala macam adu mulut keluar semua @^@#@^#^&#!@^&$...hingga akhirnya hubungan kita renggang. But gue ikutin mau nya dia…spontan gue musti punya nama baru…gue gemuk serupa sapi, putih serupa sapi. AHA! Pake nama Lembutambun aja deh…nah, akhirnya tuh nama harus gue perjuangin biar melejit, kalau perlu sekalian jadi nama brand gue untuk buka usaha. Hiks! Sekarang orang terdekat gue dikampus, kantor, pacar gue, adik gue sudah otomatis manggil gue LEMBU…akhirnya nama Lembutambun kini sudah melekat dihati mereka.
Let we start. Ketika berdiri di toko sambil nungguin customer yang tak kunjung datang, otak gue mulai berfikir. Hahaha,mikir? Lebih tepatnya sieh bengong, mikirin nasib...bosen juga begini-begini terus.ada yang kurang dalam hidup gue perasaan. Kok kayaknya otak gue buntu and stagnan gini yah...ngerasa ada yang kurang. Rutinitas gue cuman kerja-cape-pulang-tidur, tapi otak gue rasanya kosong bener. Something wrong. Ahh, gue nekat lanjut kuliah lagi deh. Gue ambil dah tuh S2 modal ngutang. Nutupinnya dari gaji gue. Tapi apa bisa yah? Manager gue sempet bilang kalo niat gue ini ngak bakalan lancar. Gue berdoa tuh seharian komat-kamit mau lanjut atau enggak nieh. LANJUT DEH!!! Ngak nyesel gue rupanya walaupun harus banyak berjuang jatuh bangunnya. Seneng/marah/cinta/benci/susah/rindu/tawa/nangis-jadi satu di hati ampe ubun-ubun, bahkan mau bikin kepala gue mau pecah. Bekerja sambil kuliah malam pascasarjana bukan perkara mudah. Ada gembira dan sedihnya. Gembiranya, temen kita orang pekerja keras semua, belajar diskusi dan berbagi pengalaman. Sedihnya, tuntutan tugas kadang-kadang bikin capek. Tugas kantor belum kelar, ditambah pusing lagi sama PR(homework) kampus. Tak berhenti gitu aja, karena faktor kelelahan, gue sering ketiduran dijalan saking jauhnya tuh jarak menempuh dari kantor ke kampus lalu ke rumah lagi. Jembret. Yang lebih parah, kalo pas mau ujian, ada aja yang ngebohong ke kantor kalo kita sakit. Padahal sebenarnya belum belajar sama sekali alias kebut semalam-paginya langsung ngorok dulu. Dikampuslah, semua kisahku dimulai…
                                                                        ***************

Post Top Ad

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork