jurnal|lembu

jurnal|lembu

#Gilafilm #Gilainvestasi

Search My Blog?

Post Top Ad

Post Top Ad

EDUKASIINVESTASI #26 - SAHAM HARGA LOW DIBAWAH 2000

January 16, 2019




Dear #nvestormuda,
kali ini JurnalLembu ingin memberitahu cara mencari emiten saham
menggunakan investing.com harga low dibawah 2000, dengan Rasio Lancar
dan Rasio Cepat = 1 dan memiliki dividen lebih dari 5 kali. Semoga
bermanfaat.
Read More

Jadwal #DebatPilpres2019

January 15, 2019
Jangan Lupa Nonton yah untuk Jadwal Debat Pilpres2019.
Kalau ndak isa nonton, yah dengerin radio
Kalau ndak isa radio, yah streaming wae...

Ojo Lali yo...
Sing Penting jangan Golput!


Read More

Mark Manson: Here’s How to Stop Caring About Things That Don’t Matter

January 09, 2019


Best-selling writer Mark Manson has a fresh, irreverent perspective to share in the conversation about what brings true happiness and
fulfillment in life. No matter how great your life is, you’re always
going to encounter pain and struggle—the question is, how are you going to react to it?
Read More

Begin with the end in mind

January 09, 2019



Terima kasih inspirasinya pagi ini, 9 Januari 2019 @radiosmartfm959 @financial.wisdom. Buat teman teman #cerdasfinansial bisa ditonton di www.lembutambun.com. #lembutambunblog

Siaran Pagi 9 Januari 2019 "Setiap apa yang ingin kita lakukan haruslah tahu apa yang ingin kita raih. Secara singkat dalam hal apapun, memulailah segala sesuatu dengan tujuan. kita harus menetapkan tujuan-tujuan dari langkah kita. tanpa tujuan, kita gak ada arah kita mau kemana! Maka dengan demikian, hal ini akan membantu kita merencanakan tujuan-tujuan kita tersebut." https://www.youtube.com/watch?v=kRBeqRrEPvs
Read More

Cara Cari Saham Sehat diatas 20T!

January 08, 2019

Beberapa teman investor nanya caranya menemukan saham blue chip dengan Market Cap diatas 20T, Rasio Lancar dan Rasio Cepat diatas 1, serta wajib ada Imbal Dividen setiap tahunnya?

So, Jurnallembu buatkan videonya secara sederhana untuk pemirsah



*DISCLAIMER GAN: 

1.Video ini tidak merekomendasi emiten saham apapun
2.Pahami Bisnis Emitennya
3.Baca data analisa fundamentalnya
4.Baca data analisa teknikalnya
5.Perhatikan data analisa sentiment sahamnya 

#InvestasiSaham #Saham #EdukasiInvestasi #PasarSaham #InvestorMuda 



Current Ratio ( Rasio Lancar) merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki. 



Quick Ratio ( Rasio Cepat ) merupakan rasio yang digunaka untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga
kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen




 Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai – artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham - atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.
Read More

Lo Kheng Hong dan Saham Pakan Ternak Ayam

January 08, 2019

Sumber Berita: Kontan.co.id, 21 November 2017
https://m.kontan.co.id/news_kolom/909/Lo-Kheng-Hong-dan-Saham-Ayam

*Disclaimer: tulisan ini digunakan untuk bahan pembelajaran

Pembaca tentu masih ingat dengan kisah bagaimana LKH berhasil meraup cuan "gila-gilaan" yang nilainya mencapai 12.500% dalam waktu enam tahun, dan sukses meraup cuan total senilai Rp 194 miliar, dari membeli saham yang berhubungan dengan ayam, yakni PT Multibreeder Adirama Indonesia, Tbk (MBAI).

Saat itu peluang terbuka lebar karena ada kasus flu burung yang membuat panik para investor dan melongsorkan harga saham perusahaan yang terkait dengan ayam. MBAI adalah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang usaha pembibitan ayam, dengan hasil produk utamanya day old chicks (DOC) alias anak ayam yang baru menetas. Mayoritas saham MBAI, yakni sekitar 73% saham, dimiliki oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).

Nah, ternyata pada tahun 2007, LKH juga membeli saham JPFA. Jumlah saham yang dibeli sebanyak 40 juta saham, pada harga pembelian sekitar Rp 370 per saham.

JPFA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pakan ayam, pembibitan ayam dan peternakan ayam. Selain itu, perusahaan ini juga memproduksi pakan ikan dan pakan udang.
LKH tertarik pada saham JPFA karena termasuk saham yang harganya salah alias underpriced. Berdasarkan informasi di laporan keuangan JPFA pada akhir 2006 silam, earnings per share (EPS) alias laba bersih per saham JPFA sebesar Rp 160 per saham. Sedangkan harga sahamnya saat itu hanya sebesar Rp 370 per saham.

Dengan demikian, price earnings ratio (PER) atawa rasio harga saham terhadap laba bersih saham ini hanya sebesar 2,3 kali. Perlu diingat, LKH sebagai value investor biasanya hanya melirik saham-saham yang PER-nya di bawah 5 kali.

Biasanya LKH juga mempertimbangkan rasio harga saham dibagi nilai buku ekuitas atau price to book value (PBV). Saat itu, total kapitalisasi pasar JPFA, yang dihitung dari harga dikali jumlah saham beredar, yakni seharga Rp 370 dikali 1,489 miliar saham beredar, mencapai sebesar Rp 550 miliar. Sedangkan nilai buku ekuitas JPFA saat itu cuma sebesar Rp 596 miliar.

Dengan demikian, PBV saham yang masuk dalam sektor poultry ini saat itu hanya sebesar 0,92 kali. Namun saat membeli saham Japfa, LKH tidak terlalu memperhitungkan PBV-nya. Ia hanya mempertimbangkan PER dan penjualannya yang besar. "Dengan penjualan yang besar, kalau perusahaan dapat meningkatkan profit marginnya, maka laba bersihnya juga akan meningkat banyak," tutur LKH mengingat investasinya.

Sekadar informasi saja, pada tahun 2006 silam, laba bersih JPFA adalah sebesar Rp 238 miliar. Sedangkan penjualannya mencapai Rp 6,4 triliun. "Kalau JPFA dapat meningkatkan profit margin-nya 10% saja, laba bersihnya akan meningkat mencapai Rp 640 miliar," hitung LKH saat itu.

Profit margin adalah rasio laba bersih dibagi dengan penjualan. "Banyak perusahaan lain yang PER-nya rendah, tapi saya tidak membelinya," LKH menjelaskan. "Saya memilih JPFA karena penjualannya besar dan PER-nya rendah sekali," tutur dia saat itu. Jadi, menurut perhitungan LKH, jelas sekali bahwa saham JPFA termasuk dalam saham yang salah harga alias kemurahan.
LKH kemudian menyimpan saham JPFA selama tiga tahun. Ternyata perhitungan LKH benar. Dalam kurun waktu tiga tahun tersebut, JPFA berhasil meningkatkan profit margin dari cuma sebesar 3,7% pada tahun 2006 menjadi 5,6% pada tahun 2009.
Selain itu, penjualan JPFA juga meroket dari cuma sebesar Rp 6,4 triliun pada 2006 menjadi sebesar Rp 14,3 triliun pada tahun 2009. Alhasil, laba bersih JPFA juga meningkat hingga 242%, dari sebelumnya sebesar Rp 238 miliar pada tahun 2006, menjadi sebesar Rp 814 miliar pada tahun 2009.

Karena laba bersihnya meningkat, tentu saja harga sahamnya juga meningkat. Kala itu, harga saham JPFA meningkat sekitar 980% menjadi seharga Rp 4.000 pada tahun 2010. LKH menjual saham JPFA yang ia miliki karena merasa harganya sudah tidak salah lagi.
Setelah LKH menjual sahamnya, ternyata penjualan dan laba bersih JPFA masih terus meningkat. Alhasil, saat itu harga saham JPFA sempat meningkat hingga mencapai level Rp 10.000 per saham. Namun, seperti biasa, LKH tetap bersyukur karena sudah menikmati cuan besar dari bisnis yang terkait dengan ayam ini.
Nah, ada kisah menarik saat LKH memegang saham ayam ini. Saat itu ada seorang pendeta tua yang sederhana serta sudah pensiun.
Sang pendeta ikut membeli saham JPFA senilai Rp 25 juta di harga Rp 370 per saham. Dia berpesan kepada LKH agar tidak menceritakan ihwal pembelian saham tersebut kepada orang lain. Alasan si pendeta, sebagian orang di gereja tidak mengerti tentang investasi saham. "Mereka menganggap membeli saham itu judi," tutur LKH.

Lalu, bagaimana kisah dari investasi si pendeta tersebut di JPFA? Akhirnya, pendeta tersebut ikut menjual saham JPFA yang ia miliki di harga Rp 4.000 per saham. Dengan demikian, uang yang ia investasikan saat itu tumbuh dari sekitar Rp 25 juta menjadi sekitar Rp 270 juta. "Lumayan, dapat berkat dari Tuhan," ujar LKH sembari tersenyum.

Nah, Anda tertarik untuk mengikuti strategi LKH menjaring keuntungan dari berinvestasi di pasar saham?

Tips Lo Kheng Hong: Selalu lihat kinerja perusahaan 5 tahun. Lihat tata kelolanya, bidang usahanya, labanya, prtumbuhannya dan valuasinya (apakah mahal atau murah?). Perhitungan valuasi yang paling sederhana adalah PER dan Price to Book Value.

Read More

Trik menemukan saham-saham multibagger 2019

January 05, 2019

Trik menemukan saham-saham multibagger 2019 (saham yg bisa naik berkali lipat).Yang bisa dipakai scalper dalam swing trade,swing trade dalam medterm.
#Perusahaan masih memiliki potensi untuk berkembang.Cek saham apa yang paling undervalue di sektornya dan masih berkembang s/d 2028.
#Cek DER-nya meski tiap sektor industri beda.
#Cek LK periode sebelumnya dan bandingkan pertumbuhannya.
#Cek pendapatan utama bertumbuh & bisa ditingkatkan
#Med term perspective adalah jalan utama bagi saham multibagger (tidak menutup kemungkinan bagi swingtrade yg menggunakan MM.
(Catatan Pribadi)
 


 
Read More

#gilafilm Replicas Keanu Reeves | Star: 6/10

January 02, 2019

#gilafilm Ide #Replicas sangat visioner. Walaupun film ini kurang menarik alur ceritanya. sayang banget keanu reevesnya. nonton deh, nanti jadi inget film apa coba? 
Aku cuman bisa kasih 6/10.
Read More

#Gilafilm Unstoppable (2018)

Rekomendasi Film Indonesia tentang kepahlawanan

December 29, 2018
Image result for SOEGIJA POSTER 
Ada beberapa film Indonesia yang akhirnya diijinkan untuk ditayangkan di Bioskop (Pastinya langsung gue tonton), namun ada pula yang akhirnya (udah cape-cape buang duit} rupanya gak boleh tayang di Bioskop karena berbagai macam alasan yang mengganjal atau dianggap keluar jalur, salah satunya ialah alasan beda tafsiran. walaupun demikian, setiap kali nonton film yang bernuansa kepahlawanan ini, gw jadi bangkit untuk lebih mencintai Indonesia (Boleh gak percaya koq sama Gw).  


So, terlepas dari itu semua, saya ingin sebutkan beberapa film Indonesia yang patut kamu nonton langsung tentang kepahlawanan (siapa tahu kamu jadi lebih cinta tanah air) ;

Sultan Agung
The story of Sultan Agung Hanyakrakusuma, the king of Mataram when he was still a teenager until he becomes a king. DOWNLOAD DISINI

Soegija 
Soegija is an epic history drama of Indonesia, directed by the senior director of Indonesia Garin Nugroho, about national hero Albertus Soegijapranata. DOWNLOAD DISINI
 
Kartini
Kartini tumbuh dengan melihat langsung bagaimana ibu kandungnya, Ngasirah (Christine Hakim) menjadi orang terbuang di rumahnya sendiri, dianggap pembantu hanya karena tidak mempunyai darah ningrat.  DOWNLOAD DISINI

Soekarno
1942, The Nederlands (ch) Pemerintah -Indië di Pulau Jawa ditangkap Soekarno, seorang pemuda yang bercita-cita ingin membebaskan Indonesia dari penjajahan. DOWNLOAD DISINI

Guru Bangsa Tjokroaminoto
Tjokroaminoto (Tjokro) who was born of nobility Java with strong Islamic background, did not say anything to see the condition of the people of poverty and social inequality early after the Cultivation and ethical policy around 1900.  DOWNLOAD DISINI

Jendral Soedirman
Belanda menyatakan secara sepihak bahwa mereka tidak lagi terikat oleh Perjanjian Renville, dan untuk menghentikan gencatan senjata.  DOWNLOAD DISINI


Jokowi
Film ini dirilis pada, 20 Juni 2013 sehari sebelum ulang tahun ke-52 dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, 21 Juni 2013 yang bertepatan dengan ulang tahun 486 Kota Jakarta. DOWNLOAD DISINI






Read More

Post Top Ad