Topik 12: KARAKTER DAN MEMBANGUN KEPERCAYAAN - jurnal|lembu

Post Top Ad

KISAH TEMAN TENTANG SAHAM TELKOM!

Topik 12: KARAKTER DAN MEMBANGUN KEPERCAYAAN

 
 
 
 
"Seorang pemimpin berkarakter kuat akan dipercayai banyak orang. Mereka mempercayai kemampuan pemimpin tersebut untuk mengeluarkan kemampuan mereka yang tertahan. Jika seorang pemimpin tidak memiliki karakter yang kuat, ia tidak mendapatkan respek dari pengikutnya. Respek diperlukan bagi sebuah kepemimpinan yang bertahan lama. Seorang pemimpin memperoleh respek dengan mengambil keputusan yang berani dan mengakui  kesalahannya. Ia juga lebih mendahulukan kepentingan terbaik pengikut dan organisasi dibandingkan kepentingan pribadinya. Kepercayaan adalah dasar kepemimpinan. Rusak kepercayaan, berakhir pulalah sebuah kepemimpinan".

Sumber:

http://nbasis.wordpress.com/2012/11/23/karakter-dan-kepercayaan-trust/

 

 ***********************

 

Membangun Kepercayaan Melalui Karakter

Oleh: Hermawan Kartajaya

Beberapa pengamat sosial budaya mengatakan bahwa Indonesia adalah "low trust society". Memang harus diakui, meskipun pada umumnya orang Indonesia bisa dengan mudah mempercayai anggota keluarga ataupun teman dekat, tapi di lain pihak, kita cenderung untuk mencurigai semua orang lain yang tak dikenal.

Francis Fukuyama dalam bukunya "Trust: The Social Virtues and the Creation of Prosperity" menghubungkan tingkat saling mempercayai dengan kemampuan suatu bangsa untuk meningkatkan kesejahteraannya. Menurut Fukuyama, tingkat saling percaya yang rendah menghambat terjadinya interaksi dan kerjasama secara bebas. Sehingga interaksi bisnis antara individu yang tidak ada hubungan keluarga menjadi sulit terjadi. Perusahaan-perusahaan baru yang terbentuk pada umumnya adalah perusahaan berbasis keluarga yang tidaksustainable di jangka panjang.

Pengamat Barat lainnya banyak yang mengatakan bahwa ini adalah fenomena negara asia dan negara berkembang. Di suatu lingkungan dimana sumber daya terbatas dan harta benda hanya ada bagi sebagian orang saja, masyarakat akan cenderung menjadi saling tidak mempercayai. Semua orang secara natural, dilihat sebagai kompetitor.

Namun, menyusul terjadinya krisis finansial global, tampaknya permasalahan "trust" tidak lagi "monopoli" bangsa berkembang. Majalah Harvard Business Review edisi Juni 2009 kemarin bahkan menjadikan "Rebuilding Trust" sebagaicover story. Di dalam majalah tersebut, terdapat survei yang memperlihatkan adanya penurunan yang signifikan terhadap angka kepercayaan responden terhadap manajemen perusahaan. Lebih dari 75% responden dari Amerika Serikat semakin tidak percaya manajemen puncak perusahaan. Sedangkan untuk perusahaan di luar Amerika Serikat angka itu berkisar pada 51%

Menurunnya ketidakpercayaan masyarakat Amerika Serikat terhadap manajemen puncak perusahaan ini memang didorong oleh kegagalan sistem finansial mereka di tahun lalu, di saat terjadinya resesi ekonomi terbesar sejakGreat Depression di tahun 1928. Sebelum resesi, masyarakat di negara berkembang memang cenderung mudah mempercayai korporasi dan institusi finansial. Dan memang inilah salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonominya.

Tapi akhirnya pihak-pihak yang dirasa dapat dipercaya ini, ternyata tidak sebaik yang dipikir. Dalam upaya memperkaya diri, para bankir, ahli finansial, dan institusi finansial menyembunyikan kelemahan-kelemahan dari produk finansial yang dijualnya. Brand-brand besar seperti Lehman Brothers dan Bernie Madoff mulai memperlihatkan karakter aslinya. Begitu cepat orang meninggalkan Brandbesar tersebut.

Dalam konsep New Wave Marketing yang sudah saya jelaskan dalam artikel sebelumnya, Character akan menggantikan Brand. Ini karena karakter dibangun secara jujur, berdasarkan kondisi yang otentik dimiliki oleh suatu perusahaan. Tidak seperti brand yang selalu harus ditopang oleh berbagai aktifitas Brand Building. Saya percaya bahwa hanya dengan karakter-lah suatu institusi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada mereka.

Sebelumnya, kinerja perusahaan diukur hanya dengan metode yang sangat sederhana. "Sejauh manakah institusi tersebut dapat mendukung kepentingan investornya?". Semakin baik kinerja institusi, semakin besar Brand institusi tersebut. Namun di era keterbukaan ini, untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat dan menciptakan karakter yang kuat perusahaan dituntut untuk bisa berperan dalam mengatasi isu sosial seperti kemiskinan, lapangan kerja, dan lingkungan hidup.

Dalam artikel "Rebuilding Trust", James O'Toole dan Warren Bennis, memaparkan bahwa semua itu harus dimulai dengan budaya perusahaan. Yaitu budaya yang terbuka, a culture of candor. Dalam budaya ini, tiap individu didorong berbicara jujur dan tidak takut untuk membahas topik-topik yang sulit. Tapi budaya selalu dimulai dari tiap individu. Bagaimanakan dengan karakter anda? Apakah karakter anda terbuka dan trustworthy?

Sumber:

http://www.misacorindo.org/hatibaru/?p=898

 

 

 ***************************** 

 

Bagaimana Meyakinkan Orang Untuk Percaya?

Sumber: http://tebegayatampan.blogspot.com/2010/03/tips-cara-membuat-orang-lain.html

 

Berdasarkan hambatan-hambatan tersebut di atas, maka kita dapat menerapkan beberapa tekhnik yang dapat memperbesar kemungkinan kita untuk meyakinkan seseorang. Tekhnik-tekhnik tersebut adalah:

 

    * Menggoyang Kepercayaannya: 

Semakin tegas dan semakin percaya diri ketika sedang berbicara tentang ide Anda, semakin tinggi kemungkinan anda untuk dapat menggoyang keyakinan orang lain (mengingat bahwa dia tidak punya banyak pengetahuan tentang hal yang anda bicarakan). Berbicara dengan percaya diri, gunakanlah bahasa tubuh, gerak-gerik dan nada suara yang penuh percaya diri maka Anda akan menemukan bahwa orang lain mungkin mulai meragukan kepercayaannya sendiri.

 

    * Merusak Landasan Pengetahuannya: 

Bahkan jikalaupun Anda cukup percaya diri saat berbicara, landasan pengetahuan seseorang bisa menjadi penghalang terserapnya ide-ide anda. Itu sebabnya mengapa meyakinkan dia bahwa Anda tahu lebih banyak daripada dia adalah lebih penting daripada mencoba meyakinkan dia tentang ide Anda sendiri karena jika Anda berhasil meyakinkan dia bahwa Anda tahu lebih daripada dia, Anda akan menjadi sumber yang terpercaya untuk pikiran bawah sadarnya dan akan jauh lebih mempermudah anda untuk "memprogramnya. Anda tidak perlu sihir untuk melakukan ini, Anda hanya harus siap dengan dokumentasi dan petunjuk yang tepat. Semakin jelas bukti Anda, semakin Anda akan dapat melemahkan landasan pengetahuannya dan dengan begitu anda dapat meyakinkan dia untuk melihat sudut pandang anda. 

 

    * Memberikan Bukti untuk Orang-orang Skeptis: 

Berbeda dengan kepercayaan orang-orang biasa, orang-orang skeptis dapat dibuat untuk percaya pada sesuatu yang baru asalkan Anda memiliki bukti yang jelas untuk membuktikan ide Anda. Semakin banyak petunjuk yang dapat Anda berikan untuk memperkuat argumen Anda, semakin mudah mereka meyakini anda.

 

 

    * Memprogram Pemikiran Bawah Sadar: 

Pikiran bawah sadar dapat diprogram oleh pengulangan: semakin banyak perintah diulang, semakin dapat mengguncang keyakinan seseorang. Anda bahkan dapat membuat seseorang jatuh cinta kepada anda. ini bukanlah sihir, kepercayaan dibentuk oleh pengulangan, dan jika Anda berhasil mengulang suatu keyakinan dengan cukup, orang lain mungkin sebenarnya mulai percaya juga.

 

 

    * Percayai Ide Anda Sendiri: 

Pengusaha yang selalu percaya bahwa ide-idenya adalah ide  yang layak biasanya berhasil membangun bisnis yang sangat baik. Semakin Anda percaya pada ide Anda sendiri maka anda akan semakin percaya diri dan yang  paling penting anda akan semakin tampil lebih meyakinkan  ketika berbicara tentang ide-ide anda tersebut.

 

 

    * Pengulangan dan Hukum Ketertarikan: 

Anda dapat membuat proses pemrograman pikiran seseorang yang bisa anda  didistribusikan dari waktu ke waktu, yaitu setiap kali Anda bertemu dengannya Anda berbicara sedikit tentang ide Anda kemudian meninggalkannya. Frasa yang telah Anda  ucapkan kepadanya tidak akan dihapus oleh pikiran bawah sadar, kalimat-kalimat anda akan disimpan sampai sesuatu mengingatkan mereka. Sebagai contoh, jika Anda terus mengatakan kepada teman Anda bahwa ia adalah pengemudi yang buruk, ia mungkin tidak percaya Anda sampai ia kebetulan mengalami kecelakaan. Ketika ini terjadi, ia akan mengingat semua komentar Anda tentang keterampilan mengemudi dan akan yakin bahwa Anda benar. 

 

 

 ****************************

 

Menjadikan Sekolah Sebagai Rumah Belajar

Sementara itu, untuk pembangunan karakter para siswa, BIS Serpong melakukannya melalui pengembangan enam pilar, yaitutrustworthiness, respect, responsibility, fairness, caring, dancitizenship.

"Trustworthiness adalah mengajarkan para siswa untuk menjadi orang yang berkata dan bertindak dengan benar, sementararespect dan responsibility memberitahu cara menghargai perbedaan dan menyelesaikan konflik secara damai, bijaksana serta menerima konsekuensi atas tindakannya," ujarnya.

Siswa juga diajarkan agar bersikap adil (fairness), peduli dan bersedia untuk memaafkan (caring), serta ditanamkannya kesadaran atas masalah dilingkungan mereka (citizenship)

Sumber:

http://edukasi.kompas.com/read/2011/05/23/14002941/Menjadikan.Sekolah.Sebagai.Rumah.Belajar

 

 

 

************************** 

 

THE SIX PILLARS OF CHARACTER

Sumber: http://charactercounts.org/sixpillars.html

 

Trustworthiness

Be honest • Don't deceive, cheat, or steal • Be reliable — do what you say you'll do • Have the courage to do the right thing • Build a good reputation • Be loyal — stand by your family, friends, and country

Respect

Treat others with respect; follow the Golden Rule • Be tolerant and accepting of differences • Use good manners, not bad language • Be considerate of the feelings of others • Don't threaten, hit or hurt anyone • Deal peacefully with anger, insults, and disagreements

Responsibility

Do what you are supposed to do • Plan ahead • Persevere: keep on trying! • Always do your best • Use self-control • Be self-disciplined • Think before you act — consider the consequences • Be accountable for your words, actions, and attitudes • Set a good example for others

Fairness

Play by the rules • Take turns and share • Be open-minded; listen to others • Don't take advantage of others • Don't blame others carelessly • Treat all people fairly

Caring

Be kind • Be compassionate and show you care • Express gratitude • Forgive others • Help people in need

Citizenship

Do your share to make your school and community better • Cooperate • Get involved in community affairs • Stay informed; vote • Be a good neighbor • Obey laws and rules • Respect authority • Protect the environment • Volunteer

- See more at: http://charactercounts.org/sixpillars.html#sthash.PiuA3F8n.dpuf

 

 

Besok Pertemuan dikelas!

(Dibawah ini jgn dikerjakan sama sekali!!!)

Buat Aksi Sosialmu

Klik Link dibawah ini

http://www.ayopeduli.com/aksi/create

 

 
Terima kasih,
Salam Hangat.
Hepi@periplus.co.id
My blog : www.lembutambun.blogspot.com
 

PENDIDIKAN PANCASILA

FILM | MOVIES | CONJURING

Post Top Ad