Lia Dahliasari, Endah Prihartiningsih, Muhamad Angga Ajisaputra_Tugas_02PAW3 - jurnal|lembu

Post Top Ad

SpaceX Inspiration4 | First All-Civilian Mission To Space

Lia Dahliasari, Endah Prihartiningsih, Muhamad Angga Ajisaputra_Tugas_02PAW3

Lia Dahliasari (1701344163)

Endah Prihartiningsih (1701334976)

Muhamad Angga Ajisaputra (1501192520)


Tugas CB Kelas 02PAW3:

2. Jelaskan makna pernyataan "Pengendalian diri"?

4. Jelaskan nilai-nilai yang perlu dijunjung tinggi dalam bekerja?

8. Sebutkan maksud otonom dalam kerja!

 

2. Menurut kelompok, kenapa masih ada kelompok yang tidak menerima kehadiran toleransi beragama? Apakah dialog antara umat beragama masih efektif?


Jawaban :

2. Pengendalian diri adalah suatu keinginan dan kemampuan dalam menggapai kehidupan yang selaras dan seimbang pada hak dan kewajiban dalam kehidupannya. Makna dari pengendalian diri itu sendiri adalah bagaimana seseorang mampu menahan rasa opsesi yang terlalu tinggi. Seseorang bisa dikatakan mampu mengendalikan diri apabila dia bisa menahan segala hal yang berhubungan dengan ego dan hasrat pribadi, seperti mengendalikan diri dari amarah, serakah, keinginan untuk berkuasa, iri dan segala hal-hal yang akan menghambat spitiualitas pada individu. Orang yang bisa mengendalikan diri tahu mana yang dikategorikan sebagai kebutuhan dan kategori keinginan. Adanya upaya untuk mengontrol diri dari segala tekanan yang timbul dari Apa yang Setelah pengetahuan akan hal itu, maka orang tersebut sanggup mengendalikan diri.

 

4.         Nilai-nilai yang perlu dijunjung dalam bekerja adalah nilai spiritual, niat, tanggung jawab, kemampuan, dan sosial. Dengan adanya nilai spiritual diri yang tinggi, maka segal hal yang dilakukan orang tersebut akan berpusat pada kekuasaan yang Absolut, yang menanamkan nilai-nilai kebaikan, termasuk dalam bekerja.

Selanjutnya adalah niat. Dengan adanya niat, bekerja merupakan sebuah alasan untuk mendapatkan tujuan. Niat mendorong seseorang untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan pekerjaannya, sehingga kemungkinan mengabaikan atau lari dari pekerjaan yang dia dapatkan selama bekerja sangat kecil, atau mungkin tidak berpotensi sama sekali.

Selain spiritual dan niat, yang perlu dijunjung tinggi dalam bekerja adalah tanggung jawab. Dengan bertanggung jawab, pekerjaan bisa dijalankan dengan baik. Karena tanggung jawab adalah sebuah upaya untuk memenuhi, melengkapi atau menjalankan apa yang seharusnya dikerjakan, tanpa peduli pada alasan-alasan yang menghambat sebuah tugas dan kewajiban.

Kemudian yang perlu dipertimbangkan adalah kemampuan. Semua hal yang dijabarkan diatas tidak akan berpengaru apa-apa tanpa adanya kemampuan. Orang yang bekerja tapi tidak memiliki kemampuan dari apa yang dikerjakannya hanya sebuah kegiatan yang tidak bermakna, tak menghasilkan apa-apa. Kemampuan merupakan kapabilitas seseorang dalam bekerja dan merupakan nilai yang perlu dijunjung tinggi dalam bekerja.

Yang terakhir adalah nilai sosial. Dalam bekerja, siapapun kita, pasti akan melakukan interaksi dengan orang lain melalui media, atau interaksi secara langsung. Karena bekerja adalah sebuah kegiatan yang dijalankan dalam kehidupan sosial.

 

8. Maksud dari otonom dalam bekerja adalah :

·      Memamahami ruang lingkup pekerjaan, maksudnya adalah seorang karyawan yang paham tentang environtment kerjanya dan memahami apa yang menjadi jobdesk-nya. Ia paham bagaiamana bersikap di lingkungan kerjanya, bagaimana menyikapi rekan kerja dan bagaimana berhadapan dengan atasan atau dengan pihak lain yang terlibat dalam pekerjaannya. Ketika dia bekerja sebagai pengajar, maka dia tahu bahwa ruang lingkup pekerjaannya meliputi ruang kelas, Siswa/Mahasiswa, Pelajaran dan semua hal yang berhubungan dengan bidang yang digelutinya. Dia sanggup memposisikan diri sebagai bagian dari apa yang dijalaninya.

·      Percaya akan kemampuan diri sendiri bahwa kita dapat mencapai segala sesuatu dengan usaha dan kerja cerdas. Dengan percaya akan kemampuan diri sendiri, kita mampu mengerjakan tugas dan menentukan apa saja yang sanggup dan tidak sanggup kita kerjakan. Karena percaya pada diri sendiri, kita juga mampu mengukur sejauh mana kita mampu melakukan sebuah sikap. Dengan demikian, ada usaha untuk mencapai tujuan dalam bekerja dengan didorong oleh keinginan sendiri. Segala hal tidak bisa kita kerjakan, sekuat apapun dorongan dari luar dan sehebat apapun paksaan selama kita sendiri tidak mampu mendorong diri sendiri untuk melakukan. Kerja yang cerdas disini bisa dipahami sebagai upaya untuk menjalankan pekerjaan secara efektif dan efisien.

Dapat mengembangkan keterampilan kerja dan kinerja di perusahaan, artinya seorang karya wan dapat memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan perusahaan.

 

2.         Adanya kelompok yang tidak menerima toleransi beragama, karena pada dasarnya manusia itu bersifat egois. Sifat egois tersebut membuat manusia menganggap bahwa segala hal harus berpusat pada dirinya, dengan kata lain, apa yang mereka anggap benar harus benar juga menurut orang lain. Orang lain harus setuju dengan apa yang ia yakini benar. Jika tidak, maka ia akan menganggap bahwa orang lain salah atau dianggap memilih jalan yang sesat, walau kenyataannya kebenaran itu mutlak, tapi cara pandang setiap orang terhadap kebenaran itu relatif. Apa yang kita anggap benar belum tentu benar menurut orang lain. Hal tersebutlah yang menyebabkan kurangnya toleransi dalam beragama. Kelompok tersebut menganggap bahwa agama yang dianutnya itu benar, dan menganggap agama lain itu salah. Ketika "dogma" itu menjadi sesuatu yang tak bisa ditoleransi oleh dirinya, maka dia tidak mampu menghargai perbedaan. Anggapan tersebut membuat orang/kelompok tersebut tidak toleransi terhadap keberagaman agama. Dan juga tidak adanya keasadaran bahwa di dunia ini tidak ada yang seragam, selalu ada perbedaan termasuk agama. Juga, tidak adanya peneriman orang/kelompok terhadap perbedaan tersebut.

Menurut kelompok kami, dialog antar umat beragama dapat efektif jika orang yang terlibat dalam dialog tersebut dapat mengesampingkan ego mereka. Dalam melaksanakan dialog agama, setiap orang harus membuka diri terhadap perbedaan. Mereka harus menyadari bahwa agama apapun yang dianut, tidak menjamin mereka baik. Tapi baik-buruknya seseorang bisa diukur dari apa yang kita kerjakan. Saat orang melakukan kebaikan, orang tidak akan bertanya apa agama kita, tapi akan bertanya apa yang telah kita perbuat. Selain itu, harus adanya penerimaan. Penerimaan bahwa kita adalah bagian dari keberagamaan, penerimaan bahwa orang lain berhakberbeda dari kita. 

 


TEBUS SAHAM MURAH BBRI MULAI HARI INI!

Post Top Ad