Generasi X, Y dan Z. - jurnal|lembu

WWW.LEMBUTAMBUN.COM

Post Top Ad

Generasi X, Y dan Z.

Add caption
Mark McCrindle, et all dalam buku The ABC of XYZ: Understanding The Global Generation (2014) memaparkan adanya tiga macam generasi yang populer yakni Generasi X, Y dan Z.

Generasi X adalah mereka yang lahir diantara tahun 1960 hingga 1980. Istilah generasi X ini dipopulerkan oleh Robert Capa (awal 1950) dan Douglas Coupland (1991) dalam novelnya berjudul Generation X: Tales for an Accelerated Culture. Mereka termasuk generasi yang berpendidikan, aktif dan memiliki orientasi keluarga yang tinggi.

Generasi Y atau Millennials adalah mereka yang lahir diantara tahun 1980 dan 1994. Istilah generasi Y ini dipopulerkan oleh William Strauss dan Neil Howe dalam bukunya berjudul Generations: The History of America’s Future, 1584 to 2069 (Wikipedia, 2015). Bolton (2013:245) dalam penelitiannya menyebut mereka sebagai ‘Digital Natives’. Generasi ini merupakan komunitas pertama yang menghabiskan banyak waktu mereka di dalam lingkungan digital seiring munculnya berbagai media komunikasi. Mereka pun sudah sangat akrab dengan media sosial. APJII (2015:4) menyebutkan kategori usia ini memiliki karakter yang sangat aktif menggunakan jejaring teknologi digital dan memiliki kecakapan dalam mengoperasikan teknologi berbasis internet.
Richard Beach, et all (Freda Briggs, 2011) menambahkan bahwa anak yang lahir pada pertengahan tahun 1990-an tumbuh seiring munculnya berbagai perangkat daring seperti telepon selular, komputer dan gawai (gadget).

Generasi Z adalah mereka yang lahir diantara tahun 1995 dan 2009. Mereka dianggap sebagai New Silent Generation. Generasi Z memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengakses informasi dan banyak mengandalkan teknologi untuk berkomunikasi dan bersosialisasi. Salah satu perbedaan yang mencolok ialah, pertama, ketertarikan mereka kepada perangkat gadget telah terjadi di usia yang sangat muda. Kedua, konsumen dari generasi ini lebih banyak menggunakan media sosial untuk berkomunikasi. Mereka makin fasih dengan dunia maya. Istilah lain yang digunakan untuk menyebut populasi ini ialah Generasi C (Connected, Communicated, Community-oriented, and Clicking).

Michael Hauben dalam hasil penelitiannya di tahun 1995 menyebutkan mereka dengan istilah “Netizen” karena mereka senang berkomunikasi dan mencari informasi melalui jaringan digital (IEEE Computer Society Press, 1997).

Ari Margiono (2012) mengatakan bahwa tipe Generasi Z ini cenderung tidak loyal kepada perusahaan, mudah berpindah-pindah kerja dan senang berkomunitas. Generai ini bisa ditemukan di negara berkembang seperti Brazil, India, China, Rusia dan Indonesia.

Indonesia GDP Annual Growth Rate

Post Top Ad