Pendidikan Kurang Merata: Kurangnya Sarana dan Prasarana dan Kurangnya tenaga pendidikan.

Saat ini, di Indonesia Hak untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan tampaknya menjadi PR tersendiri. Khususnya di daerah Timur, banyak sekali anak-anak tidak mendapatkan pendidikan dengan baik. Faktor yang menyebabkan pendidikan kurang merata tidak lain adalah masalah ekonomi, kurangnya sarana dan prasana, kurangnya tenaga pendidikan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu banyak dari mereka memilih tidak sekolah demi untuk bekerja. Menurut teman-teman sekalian, apa yang seharusnya kita lakukan atau pemerintah upayakan agar Hak untuk berpendidikan bisa berjalan dengan baik dan merata?

Terima kasih.

Salam, M.J

...............................
Selamat Pagi Mas, boleh juga nih. ijin bertukar pikiran. terima kasih atas pertanyaannya. saya ingin mencoba menjawab dan pengalaman saya bersama orang-orang di sekitar saya.
1. Ada teman yang punya banyak uang, sudah nyaman bekerja tapi tidak mau belajar lagi.
2. Ada teman yang sudah punya banyak uang, tapi situasi gak memungkinkan untuk menempuh pendidikan yang terputus.
3. Ada teman yang memang ingin belajar tapi tak punya uang sama sekali, sehingga merasa putus harapan.
4. Ada teman giat menabung demi mimpinya bisa kuliah S1
5. Ada teman yang sekedar mendapatkan pendidikan S2 demi karir dan naik gaji.
Ternyata memang banyak masalah dalam persoalan pendidikan yang harus diselesaikan secara kasus per kasus.

Memang pendidikan adalah kerinduan setiap orang. Disisi lain, karena tidak adanya pendidikan, maka satu satunya cara untuk survive hidup adalah bekerja. Masyarakat Miskin mungkin harus melakukan apa yang bisa dia lakukan, ya mengisi perut. Pendidikan Sambil Jalan. "Mengkopi" dari orang sekitar bahwa dengan bekerja lah seseorang bisa melanjutkan hidup. Banyak orang lebih menempuh jalan ini.
Selalu ada masalah dalam soal pendidikan yang disebutkan diatas.

Solusi yang bisa saya tawarkan di tengah kemajuan teknologi saat ini:
1. Infrastruktur Teknologi di Indonesia, khususnya internet masuk desa harus diperkuat dan dikawal. Gunanya untuk menghantar pendidikan secara online mengingat keterbatasan pengajar.
2. Mencerdaskan kehidupan bangsa dengan pendidikan daring melalui ruangguru, ruangbelajar.

Ada seorang teman baik yang mengabdikan hidupnya sebagai Pastor secara selibat di sebuah Gereja. Orang nya tidak suka terekspos. Secara finansial, tidak menjadi masalah. Karena pernah banyak belajar di tanah Papua, maka beliau membawa dua orang muda Papua untuk belajar dan berkembang di Jakarta. Yang cowok dimasukkan di salah satu asrama. Yang wanita tinggal bersama keluarga temanku ini, mendapatkan pendidikan melalui aplikasi online RuangGuru, karena untuk saat ini tidak mungkin mendapatkan pendidikan secara formal di sekolah. Mungkin tujuan beliau juga agar dua anak muda Papua ini bisa melihat dunia luar dan nantinya bisa kembali ke tanah Papua untuk membesarkan masyarakat disana. Saya terharu mendengarnya.

Temanku Pastor ini mungkin tidak pernah bermimpi tentang sesuatu yang ideal untuk merubah masyarakat pendalaman Papua, tapi apa yang dilakukannya, punya harapan besar bagi orang Papua.
Kata bijaknya Demikian: Jika anda mampu berbagi dari Ilmu dan Rejeki anda, berbagilah kepada orang yang dirasa kekurangan. 






Post a Comment

0 Comments