Film Lima di 21Cineplex (Main 31 Mei 2018) - jurnal|lembu

#Gilafilm #Gilainvestasi

Search My Blog?

Post Top Ad

Film Lima di 21Cineplex (Main 31 Mei 2018)

 
LIMAMulai 31 Mei 2018 di Bioskop
#FilmLIMA #KitaLIMA #Generasi5
#FilmLIMA, bercerita tentang sebuah keluarga yang masing-masing anggotanya memiliki masalah.

Masalah-masalah mereka memiliki "kedekatan" dengan kita dalam berkehidupan sehari-hari.

Mereka bergelut dengan permasalahannya dan pada akhirnya semua kembali ke LIMA hal mendasar yang menjadi akar kehidupan Mereka dan Kita, yaitu: Tuhan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah dan Keadilan.

Tayang serentak di bioskop-bioskop Indonesia 31 Mei 2018

*Film LIMA*
Durasi : 110 menit
Genre : Drama

Sutradara : 
Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Lola Amaria, Harvan Agustriansyah, Adriyanto Dewo

Pemain : 
Prisia Nasution, Yoga Pratama, Baskara Mahendra, Tri Yudiman, Dewi Pakis, Ken Zuraida, Aji Santosa, Eliza

Produser : Lola Amaria
Penulis Skenario : Titien Wattimena, Sinar Ayu Massie
Produser Eksekutif : Gomulia Oscar, Julian Foe
Co Produser : Sari Mochtan
Produser Lini : Ariel Raditya Iman
D.O.P : Amalia T.S.
Penata Artistik : Asep Suryaman
Penata Suara : Ichsan Rachmaditta, Khikmawan Santosa
Editor : Aaron Hasim
Penata Musik : Indra Perkasa
Produksi : Lola Amaria Production

*LIMA trailer :*
https://m.youtube.com/watch?v=jF6WtWRR7EM&feature=youtu.be

"Fara, Aryo dan Adi baru saja kehilangan ibu mereka, Maryam. Tak cuma ketiga anaknya, Ijah sang asisten rumah tangga- juga kehilangan Maryam. Bagaimana Maryam dimakamkan memicu perdebatan di antara ketiga anaknya. Maryam adalah seorang muslim, sementara dari ketiga anak, yang muslim juga cuma Fara. Namun akhirnya segala sesuatu terselesaikan dengan damai.
Masalah lalu berkembang ke anak-anak Maryam setelah ditinggalkan. Adi yang kerap di-bully suatu ketika harus menyaksikan peristiwa yang tidak berperikemanusiaan. Adi berusaha membantu semampunya, walaupun untuk itu ia harus berhadapan dengan Dega, teman sekolah Adi yang kerap mem-bully Adi. Sementara Fara menghadapi masalahnya sendiri di pekerjaannya sebagai Pelatih Renang. Menentukan atlit yang harus dikirim ke Pelatnas, dengan tidak memasukkan unsur ras ke dalam penilaian. Ia menghadapi tantangan dari pemilik klub. Padahal para muridnya yang nota bene adalah remaja, tak pernah mempermasalahkan warna kulit mereka." - CGV Cinema

Post Top Ad