Bahaya Konsumerisme dari Layanan PayLater dari Pinjaman Online - jurnal|lembu

#Gilainvestasi

Search My Blog?

Post Top Ad

Bahaya Konsumerisme dari Layanan PayLater dari Pinjaman Online

Seorang teman kantor bersemangat banget cerita soal "Pay Later" yang ditawarkan oleh sebuah marketplace yang menawarkan tiket penerbangan. Dia beli tiket pesawat lalu bayar kemudian dengan dicicil. Beruntungnya teman gue ini disiplin bayarnya. Setiap kali gajian langsung disisihkan uangnya untuk dilunasi cicilan "PayLater". Ini memang salah satu strategi marketing bagi para pengguna yang tidak memiliki kartu kredit. Tapi gawat juga loh bagi para pengguna ngak bisa ngukur kesehatan keuangannya sendiri dengan menggampangkan "PayLater" ini. Bisa-bisa dicari Debt Collector hingga ke media sosial.

Hal ini akan lebih diperburuk jika ketahui bahwa para pengguna rupanya tidak punya kebiasaan menabung dan mengatur keuangan. Oh Paylater…oh my God.

"Pay Later adalah metode pembayaran seperti kartu kredit di mana perusahaan aplikasi menalangi dulu pembayaran tagihan pengguna di merchant setelahnya pengguna membayar tagihan tersebut kepada perusahaan aplikasi. Untuk bisa menggunakan layanan ini pengguna akan diminta memberikan data pribadi, foto diri dan foto KTP."

 

Produk saat ini yang menawarkan Pay Later:

1.       Belanja Pakai OVO bisa bayar belakangan

2.       Pesan tiket Pakai Traveloka bayar belakangan

3.       GoPay memungkinkan pengguna Go-Jek bisa membayar transaksi GoFood, GoRide, GoTix, GoPulsa, GoSend, GoBills di akhir bulan.

4.       "Kredivo adalah kartu kredit digital berupa aplikasi di smartphone yang memberikan kemudahan untuk beli sekarang dan bayar nanti dalam 30 hari tanpa bunga atau dengan Cicilan 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan. Kredivo menjadi startup yang mempopulerkan layanan PayLater."

5.       Ada rumor: LinkAja besutan Telkomsel berencana memberikan pinjaman Online serupa.


Kesimpulannya, kenali keuangan anda pribadi. Dan jangan pernah berani untuk mengambil Paylater Pinjaman Online karena pastinya bunga lebih tinggi dan bisa dapat ancaman Debt Collector jika ternyata tak bisa terlunasi.

SALAM CERDAS FINANSIAL.

Dr. Rab Nawaz Lodhi: Qualitative Data Analysis using NVivo Software

Post Top Ad