CHILDREN OF HEAVEN

CHILDREN OF HEAVEN

PUKUL 05 PAGI. Surat khusus teruntuk sahabatku Inay.

Dear Inay, ketika elo denger ini, selamat datang! FYI, sebelum tulisan ini dibuat, gw melakukan rekaman suara dulu. Hihihihi. Mohon maaf, ketemu elo tuh selalu bikin ngangeni. Spesial. Asik. Tukeran ide tuh enak banget. Semoga karena chemistry kita dapet banget.

Mendadak gw inget ibu gw si Taurus dah yang selalu punya tekad kuat. Ketika dia mengambil sebuah keputusan, itu selalu membutuhkan tekad yang besar. Tekad sendiri sebenarnya adalah keteguhan hati untuk mencapai sesuatu walau menghadapi rintangan. Tekad bukan sekadar keinginan. Keinginan bisa berubah-ubah, tapi tekad membuat seseorang tetap berjalan bahkan ketika jalannya berat. Seperti yang pernah ditulis Napoleon Hill dalam Think and Grow Rich:

“Strength and growth come only through continuous effort and struggle.”

Sama juga ketika kita berhadapan dan memilih sebuah kata RESIGN. Di belakangnya membutuhkan dorongan tekad yang kuat, karena kita harus—atau terpaksa—keluar dari kenyamanan kita demi kebahagiaan bagi diri kita sendiri, baik secara fisik maupun rohani di masa depan. Buka lembaran baru.

Resign adalah hal yang sangat biasa kita dengar, karena hal itu menjadi sesuatu yang lumrah dalam dunia kerja yang profesional. Ada yang datang, pasti juga ada yang pergi. Generasi terus berganti, jadi teman-teman di sekeliling kita tidak bisa menghalangi keputusan kita. Kita pun gak berharap kita akan dikenang—tapi kalau ada yang sampai ingat kita, berarti kita tuh berarti. Life must go on! Kita pasti harus melangkah. Kalau bisa, melangkah dengan baik-baik.

Bukan berarti kita melupakan orang yang pernah bekerja bersama kita. Namun kadang, yang membuat kata resign terasa berat adalah kenangan manis pahitnya dan VALUE dari berapa tahun perjalananmu mendapatkan ilmu.

Value sendiri adalah nilai-nilai yang kita pegang sebagai prinsip hidup. Value membentuk cara kita berpikir, memilih, dan bertindak. Seperti kata Stephen R. Covey dalam The 7 Habits of Highly Effective People:

“Values are like fingerprints. Nobody’s are the same, but you leave them all over everything you do.”

Yang paling terpenting, ketika kita resign, kita harus pastikan bahwa kita sudah mendapatkan value yang positif untuk portofolio kita dan keberlanjutan hidup kita. Sebab gw selalu percaya, value itu sangat menentukan kepribadian. Value akan membentuk identitas kita. Value itu gak pernah kelihatan, tapi akan menjadi pendamping selamanya dalam perjalanan hidup kita.

Tahu kenapa tokoh Monkey D. Luffy dalam One Piece masih tetap hidup kisahnya sampai sekarang? Yap, karena value yang dia pegang untuk mencapai mimpinya. 

Tahu kenapa seorang wanita buta seperti Helen Keller tetap berjuang mengenal dirinya menerjang segala keterbatasannya? 

Tahu kenapa Mother Teresa selalu bangkit dalam berkarya, walau dia pun mengalami rasa lelah dan tangis?

Tahu kenapa film CHILDREN OF HEAVEN memiliki kisah karakter yang kuat tentang petualangan kakak adik karena spasang sepatu yang hilang? 

Karena mereka memiliki value yang terus mengiringi pilihan purpose mereka.

 

Lalu dengan value yang sudah kita dapat, kita akan mengembangkan apa di luar sana? Yap, kita akan terus melangkah. Tekad yang mendorong kita bergerak, dan value akan menjaga arah perjalanan kita.

Dan seperti kata Viktor E. Frankl:

“When we are no longer able to change a situation, we are challenged to change ourselves.”

Salam Cintaku Seluas Angkasa. 

Post a Comment

0 Comments