Jawaban CB

1. kasus konflik beragama makin banyak karena masyarakat kehilangan perasaan untuk saling menghargai dan rasa toleransi antar beragama.
Perbedaan yang ada justru diartikan sebagai sesuatu yang buruk dan menjadikan alasan terjadinya perpecahan.
Padahal seharusnya perbedaan dapat dijadikan suatu hal untuk melengkapi satu sama lain.
Rasa egoisme yang kian meninggi membuat orang-orang fanatik akan agamanya dan menganggap bahwa agama mereka adalah yang terbaik.
Lama kelamaan memunculkan sikap diskriminatif dan rasis terhadap agama lain sehingga konflik dan peperangan kian bermunculan.

2. karena pola pemikiran yang masih sempit dan tidak mau menghargai perbedaan.
Perbedaan dianggap sebagai sesuatu yang negatif, mengancam, dan melawan visi dan misi suatu kelompok.
Karena kurang mengerti budaya dan visi misi agama lain, maka sering terjadi kesalahpahaman dan tidak ada pengertian satu sama lain.
Selain itu juga bisa disebabkan karena faktor sosial ekonomi yang secara sosiologis disebut depprivasi relatif, perasaan tertinggal suatu
kelompok agama tertentu dari kelompok lain yang dibawa ke persoalan agama.
Menurut saya dialog antar agama masih efektif karena dengan dialog antar agama  dapat memunculkan sikap toleran dan kerukunan antar pihak dengan cara
sharing untuk berbagi informasi dan nilai yang masing-masing dimiliki. Hal ini dapat menambah pengertian yang objektif dan kritis untuk kedamaian bersama.

3. Kerja sebagai ibadah artinya kita melakukan pekerjaan kita sebagai sesuatu yang kita nikmati dan kita syukuri.
Kerja adalah anugerah dari Tuhan yang kita gunakan sebagai saluran untuk mengembangkan diri, maka dari itu disebut sebagai ibadah.
Pekerjaan bukan sekedar tuntutan untuk mendapatkan materi dan menyelesaikan tugas-tugas, tetapi dimaknai sebagai sesuatu yang mendasari kita
untuk lebih memahami kebutuhan rohani kita dan sebagai ibadah untuk mengembangkan iman dan kepercayaan kita menjadi lebih baik.

4. Intoleransi beragama adalah sikap tidak menghargai agama lain yang menyebabkan kerusuhan dan hilangnya kerukunan dan kedamaian antar umat beragama.
Intoleransi adalah ketika tidak adanya penghargaan dan apresiasi akan suatu perbedaan dan pendapat serta pandangan-pandangan baru.
Hal ini terutama disebabkan pemikiran picik dan menolak perubahan serta menganggap bahwa perbedaan dan kemajemukan beragama merupakan ancaman dan menghadirkan

--
Best Regards,

Jennifer Laura
Google Student Ambassador 2014
Staff of TOEFL - Bina Nusantara English Club 21st Presidency
Mobile: (+62) 896 7141 3320

Post a Comment

0 Comments