Mindfulness sering dipahami sebagai kemampuan untuk hadir sepenuhnya pada saat ini: menyadari pikiran, emosi, tubuh, dan lingkungan tanpa buru-buru menghakimi atau bereaksi. American Psychological Association menjelaskan mindfulness sebagai kesadaran terhadap kondisi internal dan lingkungan sekitar, dengan perhatian pada pengalaman saat ini tanpa penilaian.
Namun, bagaimana jika konsep ini dibawa ke dunia kriminal?
Serial Netflix Murder Mindfully menghadirkan paradoks tersebut. Björn Diemel, seorang pengacara mafia yang terlalu sibuk bekerja, mengikuti kelas mindfulness karena ingin memperbaiki keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Ironisnya, keterampilan yang ia pelajari justru membantunya menghadapi berbagai persoalan kriminal—termasuk pembunuhan. Netflix bahkan menggambarkan serial ini sebagai kisah tentang pengacara mafia yang menemukan strategi baru untuk menghadapi masalahnya, termasuk membunuh dan memanipulasi.
Di sinilah Murder Mindfully menjadi menarik. Mindfulness sebenarnya tidak otomatis membuat seseorang menjadi baik. Mindfulness membuat seseorang lebih sadar terhadap apa yang sedang dilakukan. Kesadaran dan moralitas adalah dua hal yang berbeda. Seseorang dapat sangat fokus, tenang, dan sadar, tetapi tetap mengambil keputusan yang secara moral bermasalah.
Lima penulis memberikan perspektif menarik tentang hal ini. Jon Kabat-Zinn menulis dalam Wherever You Go, There You Are, “You cannot escape this moment. You can only learn to be in it.”
Thich Nhat Hanh dalam The Miracle of Mindfulness mengingatkan, “The present moment is the only time over which we have dominion.”
Eckhart Tolle dalam The Power of Now menulis, “Make the NOW the primary focus of your life.”
Tara Brach melalui Radical Acceptance menekankan penerimaan terhadap pengalaman saat ini dengan welas asih.
Sementara Sharon Salzberg dalam Real Happiness mengatakan, “Mindfulness isn't difficult, we just need to remember to do it.”
Kelima gagasan tersebut menunjukkan bahwa mindfulness adalah alat kesadaran, bukan sertifikat moral. Karena itu, pelajaran paling menarik dari Murder Mindfully bukanlah bahwa membunuh dapat dibenarkan dengan mindfulness. Justru sebaliknya: semakin sadar kita terhadap pikiran dan tindakan, semakin besar pula tanggung jawab kita terhadap pilihan yang dibuat.
Mindfulness seharusnya bukan hanya bertanya, “Apa yang sedang saya lakukan?” tetapi juga, “Mengapa saya melakukannya, siapa yang terdampak, dan apakah saya tetap memilihnya dengan sadar?”
Dengan demikian, mindful bukan berarti selalu benar. Mindful berarti hadir, sadar, dan tidak hidup secara otomatis.

.jpg)






















0 Comments